Dan Jessica pun berSyahadat menerima Islam
| Kisah Mualaf – Kisah Foreigner | |
| Friday, 10 November 2006 10:00 | |
|
Hari Sabtu, 14 Oktober lalu, dilakukan buka puasa dengan mengundang tetangga-tetangga non Muslim di Jamaica Muslim Center, salah satu mesjid yang saya pimpin di kota dunia ini. Acara ini kami namai “Open House Iftar”. Memang unik, karenanya asumsinya buka puasa itu adalah mengakhiri puasa yang dilakukan oleh kaum Muslimin. Tapi sore itu, justeru hadir bersama di antara lima ratusan Muslimin di Jamaica Muslim Center puluhan non Muslim dari kalangan tetangga.
Menjelang buka puasa itu saya tiba-tiba saya dikejutkan oleh seorang murid saya yang baru masuk Islam seminggu menjelang bulan puasa. Namanya Carissa Hansen. Beliau yang telah saya ceritakan proses Islamnya terakhir kali. Bersama beliau juga datang seorang gadis belia yang nampak sangat muda. Dengan jilbabnya rapih, saya menyangka dia seorang gadis Libanon atau Palestina.
Setelah menyampaikan ucapan selamat datang, gadis tersebut memperkenalkan diri dengan malu-malu. “Hi, I am Jessica”. Tentu dengan ramah saya balas sapaannya dengan “Hi, how are you? Welcome to our event!”.
Tiba-tiba saja Carissa menyelah bahwa Jessica ini ingin sekali tahu Islam. Rupanya Jessica bekerja merawat orang-orang “handicapped” (cacat) di kota New York. Dalam salah satu kelas khusus bagi orang-orang cacat inilah, Jessica bertemu dengan Carissa yang baru sekitar 2 minggu masuk islam. Carissa yang memang bersemangat itu menjelaskan kepadanya siapa dia dan Islam yang dianutnya.
Setelah berkenalan beberapa saat saya ketahui kemudian bahwa Jessica ini berayah seorang Muslim keturunan Suriah tapi beribu Spanyol. Namun demikian, selama hidupnya belum pernah belajar Islam. Menurutnya, ayahnya memang orang Suriah tapi dia tidak pernah mengajarnya bahasa Arab (barangkali dimaksudnya Islam). Bahkan (maaf) dia menggelari ayahnya “Cassinova”, yang awalnya saya sendiri tidak tahu artinya. Ternyata dia menjelaskan bahwa “cassinova man” itu adalah seseorang yang “dating many women at the same time”. Menurut Jessica lagi, ayahnya kini sakit keras. Punya lima anak dari 5 ibu yang berbeda.
Oleh karena memang ayahnya tidak melakukan ajaran agama, apalagi mengajarkan anaknya agama Islam, Jessica sendiri merasa lebih Katolik mengikuti agama ibunya. Oleh karenanya, walaupun tidak ke gereja, dia merasa ada ikatan dengan agama Katolik ibunya.
Sore itu, setelah bertanya beberapa hal, tiba-tiba saja dia menyelah “I think this is the right religion to follow”.
Saya kemudian menjelaskan lebih detail mengenai islam dan dasar-dasar Iman. Alhamdulillah, bersamaan dengan acara buka puasa hari itu saya tuntun Jessica mengucapkan syahadah “Laa ilaaha illa Allah-Muhammadan Rasulullah” diringi pekik takbir kaum Muslimin yang sedang mencicipi buka puasa.
Beberapa hari kemudian saya tanya “did you tell your family regarding your Islam? “ Dian menjawab “not yet, but studying doing my prayer secretly”. Ketika saya tanya apakah Bapaknya juga belum tahu kalau dia Muslim? Dia mengatakan bahwa “my father does not want to know that”. Saya tanya kenapa? Dia bilang “If he knows he will be embarrassed being a Muslim but never told us about his religion”. Saya hanya mengatakan “astaghfirullah”.
Kini Jessica rajin mengikuti acara-acara ceramah atau pengajian saya. Pada hari Raya yang lalu Jessica ikut kami sekeluarga keliling silaturrahim ke berbagai rumah. Begitu senangnya hingga berkata: “I never experienced such a wonderful day”.
Jessica termasuk anak yang gagal sekolahnya. Ketika berumur 16 tahun terpaksa menikah karena hubungannya dengan seorang pemuda. Dia tidak menamatkan SMA sekalipun. Setelah menikah ternyata dia menjadi bulan-bulanan suami yang pemabuk dan bahkan pengkonsumsi narkoba. Perkawinan itupun tidak berumur panjang. Sejak itu pula, ayah Jessica mengalami penyakit jantung kronis dan kesehatannya semakin menurun. Maka dengan sendirinya hanya ibunyalah yang mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Inilah yang mendorong Jessica kemudian untuk bekerja membantu sang ibu.
Kini Jessica bertekad untuk kembali belajar dan bercita-cita untuk menjadi perawat. Alasannya karena dia senang membantu orang lain. Dua hari lalu Jessica menelpon saya memberitahu bahwa dia berjuang untuk shalat di rumahnya. “I feel it’s not clean, and my brother is laughing at me when he sees me doing it”. Saya terkejut karena saya kira Islamnya masih dirahasiakan. Ternyata menurutnya, semua sudah tahu kecuali ayahnya. Dia masih sungkan memberi tahu ayahnya karena menurutnya jangan sampai tersinggung sedangkan dia sekarang ini sakit keras.
Saya ingatkan Jessica “jika kamu berhasil menyadarkan ayahmu sebelum meninggal, maka itu pemberian yang paling berharga dari seorang anak kepada seorang ayahnya”. Jessica hanya tersenyum secara berucap “I hope so. Pray for me!”
Semoga Allah selalu menunjuki jalanmu Jessica!
|
|
Gagal, Rencana Penculikan dan Pembunuhan Presiden Iran di Irak

Israel Gelar Latihan Perang untuk Serang Iran, Kerahkan Ratusan Pesawat Tempur
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mengungkapkan rencana penculikan dan upaya pembunuhan yang gagal terhadap dirinya saat melakukan kunjungan ke Irak bulan Maret yang lalu.
Berbicara dalam pertemuan pada ulama di kota Qom, Ahmadinejad mengatakan bahwa ia lolos dari rencana pembunuhan dan penculikan itu karena secara mendadak jadwal acaranya selama di Irak diubah. Menurut Presiden Ahmadinejad, mereka yang membuat rencana jahat itu sangat terkejut karena mereka mendengar perubahan jadwal itu setelah dirinya sudah meninggalkan Irak. Ia juga mengatakan bahwa rencana itu diketahui berdasarkan informasi intelejen.
“Dari informasi intelejen yang bisa dipercaya, musuh-musuh Iran telah membuat plot untuk menculik dan membunuh pelayan bangsa Iran selama kunjungannya ke Irak, ” kata Ahmadinejad dalam pidatonya.
Ia melanjutkan, “Tapi dengan perubahan satu dari dua acara yang sudah kami jadwalkan, kekuatan mereka goyah. Mereka baru tahu ketika kami sudah meninggalkan Irak.”
Pernyataan Ahmadinejad ini didukung oleh keterangan seorang pejabat keamanan senior Irak yang ikut melakukan pengamanan selama kunjungan Presiden Iran itu ke Irak. Ia mengatakan, Presiden Ahmadinejad sudah merencanakan untuk berkunjung ke kota Karbala, kota Syiah di selatan Irak dan kota Najaf. Tapi rencana kunjungan itu dibatalkan karena kekhawatiran akan keselamatan Presiden Ahmadinejad. Tidak disebutkan siapa “musuh” yang disebut-sebut membuat rencana menculik dan membunuh Presiden Iran itu.
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad adalah kepala negara pertama yang berkunjung ke Irak sampai dua hari. Selama ini, para pejabat dari Inggris dan Amerika hanya berani berkunjung ke Irak dalam jangka waktu beberapa jam saja dan tidak berani menginap.
Mungkin itulah perbedaan antara orang yang benar, dan orang yang telah banyak melakukan kesalahan. Seperti kata pepatah, berani karena benar, takut karena salah. (ln/presstv/al-arby/eamuslim)

Israel Gelar Latihan Perang untuk Serang Iran, Kerahkan Ratusan Pesawat Tempur
Israel diam-diam menggelar latihan perang awal bulan Juni kemarin. Informasi ini diungkapkan oleh sejumlah pejabat militer AS pada surat kabar The New York Times. Mereka mengklaim latihan perang itu dilakukan sebagai persiapan jika sewaktu-waktu harus melakukan serangan ke Iran.
Masih menurut sumber di kemiliteran AS, dalam latihan perang yang dilakukan di kawasan timur Mediterania dan Yunani pada minggu pertama bulan Juni kemarin, Israel mengerahkan lebih dari 100 pesawat tempur jenis F-16 dan F-15. The New York Times menulis, latihan itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas militer Israel dalam melakukan serangan-serangan jarak jauh dan untuk menunjukkan keseriusan Israel terhadap masalah program nuklir Iran.
Seorang pejabat senior di Pentagon yang tidak mau disebut namanya dan diberitahu tentang pelaksanaan latihan perang itu mengatakan, rezim Zionis Israel ingin menegaskan pada AS dan negara-negara lainnya bahwa Tel Aviv siap untuk melakukan aksi militer ke Iran jika upaya diplomatik untuk menyelesaikan persoalan nuklir Iran gagal.
“Mereka (Israel) ingin kami tahu, mereka ingin Eropa tahu, dan mereka ingin Iran tahu, ” kata pejabat senior tadi. Menurutnya, Israel juga telah menunjukkan sinyal-sinyal siap berperang dalam tingkat yang berbeda-beda.
AS dan Israel memang tidak peduli dengan berbagai laporan yang menyatakan bahwa tidak ada bukti Iran diam-diam sedang membuat senjata nuklir lewat program nuklirnya. AS dan Israel tetap menginginkan fasilitas-fasilitas nuklir milik Iran dihancurkan dengan aksi militer, jika Negara Para Mullah itu tidak mau menghentikan aktivitas nuklirnya.
Deputi Perdana Menteri Israel Shaul Mofaz dalam wawancara dengan surat kabar Yediot Aharonot tanggal 6 Juni lalu mengatakan, “Menyerang Iran untuk menghentikan program-program nuklirnya tidak bisa dihindari.” Otoritas Israel menolak pernyataan Mofaz itu mewakili kebijakan Tel Aviv.
Republik Islam Iran tak gentar dengan ancaman-ancaman itu, dan tetap menegaskan bahwa program nuklir adalah hak segala bangsa dan program nuklir Iran bukan untuk kepentingan militer tapi untuk sumber energi.
“Kami tidak mau membual seperti rezim-rezim itu, tapi jika kami diserang, kami akan buktikan keberanian militer kami dengan melakukan pukulan yang akan menghancurkan musuh-musuh kami, ” kata Jenderal Hassan Firouz, kepala staff angkatan bersenjata Iran. (ln/presstv/al-araby/eramuslim)
Kekuatan Islam di Mesir
Salah satu sentral perhatian Ikhwan di Mesir adalah pembinaan terhadap generasi muda. Hassan Al-Banna amat menekankan pentingnya sektor ini. Kepada penguasa, tanpa lelah Hassan Al-Banna menyerukan agar kurikulum di sekolah-sekolah Mesir direkonstruksi kembali, terutama dalam materi keagamaan, moral, dan juga sejarah Dunia Islam. Albana juga menegaskan jika mteri pengajaran di sekolah-sekolah haruslah dibersihkan dari paham materialistik.
Walau Presiden Mesir yang berkuasa saat itu adalah Jenderal Gamal Abdul Nasser, yang dikatakan pernah mengenyam tarbiyah Al-Ikhwan, namun setelah peristiwa percobaan pembunuhan terhadapnya yang terjadi pada Desember 1954 menyebabkan penguasa Mesir menuding Al-Ikhwan di balik upaya jahat ini. Ikhwan tenu saja berkali-kali menolak fitnah keji tersebut. Akibatnya ribuan anggota Ikhwan ditangkap dan dijebloskan ke dalam dipenjara lengkap dengan aneka siksaannya yang berat. Enam aktivis Ikhwan digantung.
Fitnah besar terhadap Ikhwan terus berlangsung sampai pada tahun 1960-an. Presiden Nasser bahkan membentuk satu komite Khusus untuk membubarkan Ikhwan dari Mesir. Penangkapan dan penggantungan aktivis Ikhwan tetap berlanjut. Hassan Al-Banna menemui syahid dalam suatu rekayasa pembunuhan oleh musuh-musuh Allah. Pada 29 Agustus 1966 tiga orang tokoh Ikhwan dihukum mati, antara lain Sayyid Quthb.
Tarbiyah di dalam kelompok Ikhwan mewajibkan binaannya menghafap Qur’an secara kontinyu, mempelajari dan juga menghafal hadits-hadits shahih. Jika binaannya demikian, apatah lagi para murabbinya. Selain teori, para Ikhwan juga membumikan ilmu yang diperoleh dengan aktivitas yang nyata seperti sungguh-sunguh menjalankan ukhuwah Islamiyah, memberikan bantuan sosial, membuka sekolah-sekolah dan klinik kesehatan yang murah dan terjangkau oleh rakyat Mesir yang masih banyak yang miskin, dan sebagainya.
Para tokoh Ikhwan bersungguh-sungguh menerapkan Islam di dalam kehidupan kesehariannya. Mereka berupaya dengan keras agar bisa meneladani kehidupan Rasululah SAW yang penuh dengan kesederhanaan, lembut terhadap sesama, dan keras terhadap siapa pun yang henak merusak agama Allah ini.
Mereka hanya mau hidup dalam keberkahan yang berasal dari sesuatu yang jelas-jelas halal dan menjauhkan segala hal yang syubhat, dan sama sekali tidak berkompromi dengan yang haram. Dakwah Islam tidak bisa dibangun dengan sesuatu yang syubhat, apalagi yang jelas-jelas haram. Yang bersih tentu tidak bisa dibangun dengan bahan-bahan yang kotor.
Hasan Albana telah menegaksan jika dakwah Ikhwan ini wajib mendapat dukungan yang kuat dari masyarakat. Sebab itu, seluruh aktivis Ikhwan, baik yang berada di lapisan atas maupun bawah, diwajibkan hidup bermasyarakat dan menjadi cahaya di tempat tinggalnya masing-masing.
Saah satu ciri paling menonjol dalam Harakah Ikhwan adalah penekanannya pada jihad. Jihad di sini bukan hanya sebatas jihad melawan hawa nafsu, tetapi jihad qital. Sebab itu secara terprogram, para aktivis—baik yang berada di lapisan atas, maupun bawah—sering mengadakan perkemahan dan latihan fisik. Jadi, latihan fisik tidak hanya menjadi kewajiban para binaan, tetapi juga diikuti oleh lapisan atas, para ustad dan qiyadahnya. Ini disebabkan kedudukan jihad yang sangat mulia di dalam Islam, sehingga para ustadz dan qiyadah yang sudah berumur pun dengan semangat tetap mengikuti pelatihan fisik seperti halnya yang masih muda-muda.
Hasan Al-Banna berkata kepada seluruh negeri-negeri Islam, “Kami mengajak kalian pada Islam, ajaran Islam, undang-undang Islam dan petunjuk Islam dengan jelas dan terang. Kalau ini kalian anggap politik, maka inilah politik yang kami perjuangkan yaitu politik Islam.”
Di masa kekuasaan Raja Faruk, Albana melihat tiada satu pun partai politik yang benar-benar ingin melaksanakan dan menerapkan undang-undang Islam secara kafah dan syumuliyah. Sebab itu, Albana mendesak penguasa agar membubarkan semua partai politik yang ada karena dianggap tidak ada manfaatnya bagi tegaknya syariat Islam di Mesir. Dakwah Ikhwan ini sungguh-sungguh tegas dan jelas dalam menyeru semua pihak kepada Islam. Islam adalah Islam dan Thagut adalah Thagut. Jelas perbedaannya. Thagut wajib ditumbangkan dan tidak sekali pun Ikhwan di Mesir menyebutkan Thagut sebagai final atau sesuatu yang tidak bisa lagi diubah, atau malu-malu menyatakan diri sebagai pihak yang akan menjalankan syariat Islam dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.
Selain jihad fisik dan fikrah, Ikhwan juga memberi perhatian lebih kepada dakwah lewat media massa. Ikhwan di Mesir menerbutkan media massa dalam berbagai bentuk, dari yang harian hingga bulanan. Seluruh penerbitan Ikhwan ini sangat digemari rakyat Mesir karena sikapnya yang jelas terhadap Islam sebagai al-haq.
Dakwah Ihkwan di Mesir meluas hingga ke berbagai negara dan benua. Dengan tegas Albana berkata: “Kita tidak akan berdiam diri dan merasa senang atau berhenti selagi Qur’an belum benar-benar menjadi perlembagaan negara. Kita akan hidup untuk mencapai tujuan ini atau mati karenanya” Al-Qur’an adalah undang-undang dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal bernegara. Tidak pernah sekali pun prinsip-prinsip Islam dikorbankan demi menggapai suatu hal yang bersifat duniawi. Entah di sini. (Tamat/rz)
Mengapa Masa Depan Milik Islam? [2]
![]()
<!– <rdf
escription rdf:about=”http://swaramuslim.net/flashnews.php?id=P6012″ trackback:ping=”http://www.swaramuslim.net/pingserver.com?p=tb&id=6012″ dc:title=”Mengapa Masa Depan Milik Islam? [2]” dc:identifier=”http://swaramuslim.net/flashnews.php?id=P6012″ /> –>
Oleh: Amran Nasution

Jargon AKKBB “Stop Religious Fascism“, sama persis dengan jargon Bush dalam memusuhi Islam
Majalah Maclean, menghadapi kasus hukum karena tulisan kebencian kepada Islam. Tapi di AS, menghina agama minoritas dilindungi konstitusi. Ini ditiru kaum liberal Indonesia. Mengapa polisi tak obyektif dalam kasus Monas?
There is no free-lunch. Sungguh sial nasib sebuah bangsa yang tergantung bantuan asing. Sejumlah anggota FPI yang diperiksa menolak menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai protes atas ketidak-adilan polisi. Sampai sekarang belum satu pun tokoh AKKBB yang menjadi tersangka. Padahal mereka dituduh melakukan provokasi. Seharusnya DPR turun tangan mengawasi kasus ini. Ketidak-adilan polisi akan menyebabkan luka yang dalam pada bangsa ini – apalagi kalau benar itu disebabkan campur tangan Pemerintah Amerika Serikat. ![]()
Selebaran dan iklan di sejumlah koran yang berasal dari AKKBB tampaknya memang provokatif : semua yang tak setuju Ahmadiyah adalah mengabaikan konstitusi, memaksakan rencana mengubah Pancasila, pemecah-belah bangsa, dan membahayakan ke-Indonesiaan.
Artinya, mayoritas rakyat Indonesia yang tak bisa menerima Ahmadiyah, diberi stempel oleh AKKBB, yang tak lain dari kelompok liberal. Masalah ini sudah dilaporkan Habib Riziek tapi polisi belum bereaksi.
Di Amerika Serikat sendiri kaum minoritas seperti AKKBB, tak akan berani menyerang kelompok mayoritas. Malah sebaliknya, kaum minoritaslah yang selalu menjadi korban, apakah itu minoritas ras atau agama.
‘’Di Amerika Serikat, di bawah Amendemen pertama (the First Amendment) koran dan majalah bisa bilang apa saja yang mereka mau tentang group dan agama minoritas – sekali pun tak benar, provokatif, dan penuh kebencian – tanpa konsekuen hukum,’’ tulis Adam Liptak di dalam artikelnya di The New York Times, 12 Juni 2008.
Profesor Ilmu Hukum dari John F.Kennedy School of Government, Harvard University, Frederick Schauer, Februari tiga tahun lalu, menerbitkan essei berjudul: The Exceptional First Amendment. Di situ ditulisnya bahwa di banyak negara maju (terutama di Eropa), ejekan rasial, memperagakan atribut kebesaran Nazi, kebencian etnik, diskriminasi terhadap agama minoritas, diancam hukuman denda atau penjara. ‘’Tapi di Amerika Serikat, semua itu dilindungi konstitusi,’’ kata Profesor itu.
Awal bulan ini, artis seks zaman baheula, Brigitte Bardot, kini aktivis penyayang binatang, didenda pengadilan 23.000 dollar, karena menyerang penyembelihan domba yang dilakukan orang Islam di Perancis. Ia telah lima kali didenda karena kesalahan yang sama.
Di Austria, Sejarahwan Inggris David Irving, dihukum 3 tahun penjara karena menulis buku yang membantah holocaust, pembunuhan orang Yahudi oleh Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Di Kanada, pada 1990, James Keegstra dihukum karena pernyataan anti-Semit. Kasus yang mirip ditemukan di Jerman.
Tapi di Amerika, Mahkamah Agung membebaskan Clarence Brandenburg, pemimpin Ku Klux Klan (KKK)
Ohio pada 1969. Ia diadili karena memimpin demo bertema: mengusir pulang orang Yahudi ke Israel, dan menguburkan orang kulit hitam.
Kelompok sosialisme nasional dipimpin Frank Collin berbaris dengan uniform Nazi lengkap dengan lambang Swastika, melintasi perkampungan Yahudi di Skokie, Illinois, dan Marquette Park di Chicago pada 1977. Selebaran yang mereka bagikan: ‘’Mati untuk Yahudi.’’
Minoritas Muslim betul-betul tak tertolong, terutama setelah serangan teror 11 September 2001. Para tokoh Kristen Evangelical seperti Pat Robertson dan Jarry Palwel (meninggal tahun lalu) berkali-kali berpidato menyerang Islam dan Muslim, malah berteriak-teriak menyuruh mengebom Mekkah.
Presiden Bush berkali-kali menyebut Islamic-fascism (fasisme Islam) dalam pidato. Tulisan para kolumnis neo-konservatif – termasuk di koran terkemuka – selalu menyerang dan mengejek Islam dan Muslim.

Seperti yang dapat dilihat dari foto diatas, dalam berbagai demo akhir akhir ini, Kelompok AKKBB sudah terang terang mengumbar jargon “Stop Religious Fascism – sama persis dengan jargon Bush dalam memusuhi Islam



Mereka Gunakan Jargon Presiden Bush
Sekarang, majalah terkemuka di Kanada, The Maclean, sedang bermasalah karena memuat laporan utama berjudul “Why The Future Belongs to Islam’’ (Mengapa Masa Depan Milik Islam). Majalah itu akan dibawa ke pengadilan atas pengaduan masyarakat Muslim setempat. Ia dianggap menebarkan kebencian kepada Islam. Antara lain, ditulis: Islam mengancam nilai-nilai Barat. Angka pertambahan penduduknya tinggi menyebabkan Islam akan menguasai Eropa.
Laporan itu ditulis Mark Steyn, penulis konservatif kelahiran Kanada, kini menetap di New Hampshire, Amerika, disarikan dari bukunya, America Alone, yang pernah menjadi buku terlaris di The New York Times Books, beberapa tahun lalu. Orang Islam di Amerika tak bisa mempersoalkan America Alone. Penulis dan penerbitnya dilindungi Amendemen Pertama.
Mark Steyn sendiri cukup beken di Amerika sebagai penulis penghasut perang. Di bulan Mei 2004, ia menulis artikel menuduh koran The Daily Mirror dan The Boston Globe memuat foto palsu tentara Inggris dan Amerika menyiksa orang Iraq. Foto itu, katanya, untuk menjelek-jelekkan Presiden Bush. Tulisannya menimbulkan reaksi dari koran yang ia tuduh. Ramai jadinya. Tapi Steyn tak peduli. Ia pernah ribut dengan Andrew Jaspan dari koran Australia, The Age, karena soal yang mirip.
Untuk Anda ketahui Mark Steyn-lah yang menulis kolom di Chicago Sun-Times, Januari 2007, mengatakan bahwa kandidat calon Presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama, seorang Muslim. Obama, tulisnya, belajar di sebuah madrasah di Jakarta, dipimpin seorang imam radikal. Guna menambah seru cerita, Steyn menyebutkan bahwa tim Hillary Clinton, saingan Obama, telah memperoleh bocoran informasi itu.
Tapi dua hari kemudian, Chicago Sun-Times terpaksa mengoreksi tulisan Mark Steyn yang mereka sebut telah mencemarkan Obama dan menyerang Hillary Clinton. Lynn Sweet, mewakili koran itu, mengatakan bahwa tak ada bukti Hillary Clinton berkampanye dengan menyebarkan isu seolah-olah Obama menyembunyikan keislamannya.
Ia tambahkan bahwa John Vause dari CNN telah mengunjungi sebuah sekolah SD Negeri di Jakarta, tempat Obama belajar dari 1969 sampai 1971. Sebuah SD Negeri tentu beda dengan madrasah yang ditulis Mark Steyn. Terbongkar belangnya, Mark Steyn bersikap masa bodoh. Mungkin karena Obama yang diserangnya seorang minoritas kulit hitam.
Sikap seperti itulah yang dianut orang liberal di Indonesia. Hanya berbeda dengan Amerika yang menyerang kelompok atau agama Katolik, Mormon, Yahudi, dan belakangan terutama Islam, di sini yang diserang adalah kelompok mayoritas Islam. Mereka gunakan jargon perang melawan teror Presiden Bush: Islam radikal, Islam ekstrim, dan semacamnya.
Patrick Buchanan, intelektual dan penulis konservatif terkemuka, menulis di Real Clear Politics.Com, 17 Juni 2008, dengan judul “Return of the Censors’’ (Kembalinya Sensor). Tokoh yang pernah dua kali menjadi kandidat calon Presiden Amerika Serikat itu, menulis bahwa sebenarnya banyak orang yang setuju diperlukan semacam lembaga sensor.
Banyak yang percaya bahwa menerbitkan atau mengucapkan kebohongan, merusak nama baik, harus dihukum, dan bahwa ada sejumlah rahasia militer yang harus dijaga. Tak banyak orang yang percaya bahwa Hollywood bisa melindungi masyarakat dari polusi berbahaya yang meracuni anak-anak.
Sejarah Amerika bukan tak mengenal sensor. Presiden John Adam menandatangani undang-undang yang memenjarakan wartawan yang menulis berita fitnah. Abraham Lincoln, menekan koran yang menolak perangnya untuk memerdekaan budak. Sementara Woodrow Wilson memenjarakan Eugene Debs, seorang sosialis ,yang menolak perang.
Maka Patrick Buchanan, penulis buku Day of Reckoning, yang menggambarkan bobroknya Amerika sekarang dan meramalkannya akan terpecah-pecah, menyimpulkan apa yang terjadi di Kanada atau Eropa dalam soal kebebasan akan menyebar, termasuk ke Amerika Serikat. ‘’Ortodoksi baru sedang tumbuh,’’ tulisnya. [kedua habis/www.hidayatullah.com]
Jamur Agaricus Murril
PENGENALAN
Agaricus blazei Murril (ABM) adalah jamur yang masih keluarga dekat dengan jamur Shitake (Lentinus edodes) yakni sama dalam satu Family Agaricaceae dengan klasifikasidan sistematika sebagai berikut :
| Devisi | : | Thallophyta |
| Sub Devisi | : | Eumycetes (jamur sejati) |
| Kelas | : | Basidiomycetes |
| Sub Kelas | : | Holobasidiomycetes |
| Ordo | : | Agaricales |
| Familia | : | Agaricaceae |
| Genus | : | Agaricus |
| Species | : | Agaricus blazei Murril |
Agaricus blazei Murril (ABM) berasal dari sebuah kota yang bernama Piedade, Saupaulo, Brazil. Dimana disebut dengan nama Cogumello Do Sol atau Cogumello de deus, juga disebut dengan Himematsutake di jepang. Dengan kondisi iklim suhu 35° C pada siang hari dan 20-25°C pada malam hari dengan kelembaban 80%. Jamur ABM sangat terpengaruh oleh kondisi iklim lingkungan yang ekstrim . Jamur ABM hanya tumbuh secara alami pada bulan Oktober dan April dan sangat sulit untuk tumbuh secara alami sehingga sangat sulit ditemukan dialam. Secara normal ukuran jamur ABM kira-kira tinggi 10-15 cm dengan lebar tudung 7-10 cm. Jamur ABM menghendaki suhu yang lebih rendah dengan sinar matahari tidak langsung yang sangat sedikit.
Perbandingan Berat dan volume sangat penting dimana dalam setiap 12 Kg jamur ABM segar hanya mampu menghasilkan 1 Kg jamur ABM kering, dan ini bisa menjadi lebih sedikit setelah diadakan sortasi atau seleksi produk.
Jamur ABM dapat tumbuh pada kondisi yang hanya benar-benar tepat, sehingga menyebabkan produksi sangat tidak stabil sehingga hanya mampu untuk memenuhi konsumsi di wilayah local Piedad saja. Meskipun import ke Jepang sangat sulit, namun setelah beberapa tahun kemudian Jepang berusaha untuk memproduksi secara besar dalam kondisi yang terkontrol dalam ruang dan ini membuktikan sangat sulit dan tidak bisa menjamin produksi yang stabil. Walaupun kemudian pada tahun 1992 teknik Kyowa telah mencapai sukses pertama kali didunia untuk memproduksi secara besar-besaran dengan perusahaan yang ahli bioteknologi, sehingga mampu menyediakan suplai ABM untuk memenuhi kebutuhan makanan kesehatan.
Sekarang jamur ABM sudah dibudidayakan di Jepang, Brazil, Korea dan USA, juga di Indonesia yaitu di CV Agaricus Sido Makmur Sentosa yang ada di Malang. Jamur ABM yang kami (CV Agaricus Sido Makmur Sentosa ) produksi dibudidayakan secara benar-benar alami atau natural dan tanpa menggunakan bahan kimia atau aditiv sama sekali. 30 tahun lalu seorang Peneliti dari Amerika Serikat telah mencatat bahwa keberadaan penyakit didaerah Piedade sangat rendah, dan ditemukan karena adanya kebiasaan makan jamur ABM didaerah tersebut.
Kemudian seiring waktu jamur ini diperkenalkan ke Jepang. Dr Shoji Shibata, seorang Professor ahli dibidang farmasi dari Universitas Tokyo Fakultas Farmasi dan Dr Tetuo Ikegawa dari Pusat Kanker Nasional, melakukan penelitian pengaruh farmasi dari Jamur Agaricus. Hasil penelitian kemudian dipublikasikan pada Konvensi Umum Asosiasi Farmasi Jepang dan Asosiasi Kanker Jepang. Eksperimen dilakukan pada tikus mencit yang beragam dan menunjukkan bahwa polisakarid beta (β) D Glucan pada ABM sangat berpengaruh untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.
Dua macam senyawa polisakarid yang ada dalam jamur ABM ini adalah beta (β) 1,3 D Glucan dan beta (β) 1,6 D Glucan. Menurut hasil test yang dilakukan di Medical Departement of Tokyo University, National Cancer Center Laboratory and Tokyo College of pharmacy, kandungan senyawa tersebut pada ABM tertinggi dibandingkan kandungan pada jamur lain seperti Reishi, Maitake dan Shitake. Selain kedua senyawa polisakarid diatas jamur ABM juga mengadung senyawa lain seperti ergosterol, asam linoleat, asam palmitoreic yang sebaik dengan vitamin B6 dan B12.
“Selama ini saya sering sekali mengalami atau menderita gatal-gatal pada kulit di seluruh tubuh. Saya sudah mencoba berbagai …” |
“Saya hampir putus asa untuk berobat dan menyembuh kan penyakit diabetes melitus atau gula darah yang saya derita sejak belasan tahun yang lalu. Berbagai …” |
“Rematik dan kesemutan pada tangan saya kalau malam hari benar-benar membuat saya tersiksa. Setiap malam saya sulit tidur karena menahan sakit linu dan … |
“Hidup saya menjadi semakin bahagia dan kembali lagi seperti semula setelah rasa pusing yang sering saya rasakan akibat darah tinggi yang saya derita … |
Winners Never Cheat
Jika seseorang berkata bahwa bisnis tidak dapat dilakukan secara etis, berikan kepadanya buku karya Jon Huntsman. Siapa itu Jon Huntsman? Ia hanyalah seseorang yang mulai dari nol, dan membangun bisnis kelas dunia yang membuatnya masuk daftar Forbes sebagai orang terkaya di Amerika Serikat. Buku ini adalah tentang bagaimana Anda mendengarkan kompas moral Anda. Tentang bagaimana Anda mem-bentuk tim dengan nilai tertinggi… berbagi sukses… mengambil tanggung jawab… Anda tidak menghidupkan prinsip-prinsip ini hanya untuk “sukses”: Anda meng-hidupkannya karena prinsip-prinsip ini benar. Tetapi di masa banyak terjadi skandal bisnis, kehidupan Huntsman membuktikan bahwa kejujuran lebih dari sekadar benar: kejujuran merupakan hal terbesar yang membedakan Anda dari pesaing Anda.
Malaysia: Negeri Jiran Surga Usaha Perikanan
Fasilitasi peraturan yang mendukung, subsidi, infrastruktur jalan, pelabuhan, air, listrik dan komunikasi yang memadai, sampai permodalan
Malaysia, negeri yang mengaku sebagai the truly Asia kini tancap gas mengejar cita-cita menjadi macan asia. Pembangunan gencar dilakukan di sana-sini. Satu hal yang tak ketinggalan adalah pengembangan perikanan.
Untuk sektor perikanan, potensi negeri jiran ini sejatinya masih kalah jauh dibandingkan dengan Indonesia. Tetapi hal itu tak jadi soal bagi Malaysia yang masuk dalam daftar negara berpendapatan menengah ke atas „Ÿnegara dengan pendapatan nasional berkisar antara US$2976-US$9205„Ÿ berdasarkan survei International Development Association. Pendapatan per kapita Malaysia saat ini mencapai US$ 6.244. Bandingkan pendapatan per kapita Indonesia yang hanya mencapai US$ 800.
Selain itu, dengan tingkat konsumsi ikan Malaysia yang mencapai 55 kg per kapita per tahun (Indonesia hanya 25 kg per kapita per tahun) tampaknya kian mendorong Malaysia untuk memajukan industri perikanannya secara besar-besaran. Diperkirakan, tingkat konsumsi ikan Malaysia akan terus meningkat. Pun dalam hal permintaan akan perikanan yang grafiknya cenderung naik. Sebagai contoh, kebutuhan perikanan Malaysia pada 2005 masih sekitar 400 ribu ton. Kebutuhan tersebut melonjak menjadi 662 ribu ton pada 2006.
Pada 2004 kontribusi produksi perikanan Malaysia baru sekitar 1,54 juta ton senilai RM 5,5 miliar (US$ 1 = RM 3,8) dengan sumbangan terbesar dari sektor perikanan tangkap (87% dari total produksi perikanan). Sementara kontribusi dari perikanan budidaya cuma 13% atau 202,22 ribu ton senilai RM 1,2 miliar. Sedangkan tingkat pertumbuhan akuakultur di Malaysia dari 1993 sampai 2004 hanya sekitar 10%. Kendatipun demikian, pemerintah sangat berambisi menggenjot pertumbuhan akuakulturnya. Tak heran jika dalam NAP3 (Third National Agriculture Policy/ Kebijakan Pertanian Nasional Ketiga), pemerintah mentargetkan pertumbuhan akuakultur mencapai 40%.
Iklim Usaha Mendukung
Tekad besar Malaysia membangun perikanan sangat jelas terlihat dari kesungguhan pemerintahnya. Mereka secara agresif mengundang investor luar negeri untuk ikut mengembangkan perikanan di sana.
Malaysia adalah surga bagi pelaku usaha. Hal inilah yang tak jarang membuat mupeng pengusaha perikanan Indonesia. Ketua Umum HIPMI Jakarta Raya, Yukki N Hanafi beberapa waktu lalu kepada wartawan mengatakan, pemerintah Malaysia sangat mendukung pengusaha yang bergerak di budidaya perikanan yakni dengan memberikan kemudahan berbisnis melalui peraturan pemerintah yang mendukung.
Tak beda jauh, Ketua Masyarakat Perikanan Nusantara, Shidiq Moeslim memberi penilaian yang sama. Shidiq menyebutkan diantaranya melalui subsidi bahan bakar minyak (BBM). Di Malaysia harga 1 liter BBM solar hanya RM 1 (sekitar Rp 2.600). Sementara di Indonesia harga BBM 1 liter solar bisa mencapai Rp 8.000!
hTak aneh jika pengusaha kita ada yang hengkang ke Malaysia,h ujar Shidiq. Tak sekadar itu, kata Shidiq, pemerintah Malaysia juga memberikan berbagai kemudahan dan fasilitas lain. hTidak ada pungutan liar, bongkar muat kapal cepat, air pun tidak ada masalah,h tuturnya. Shidiq mengimbuhkan, infrastruktur seperti jalan yang mulus, saluran-saluran air serta listrik juga menjadi nilai lebih Malaysia untuk usaha perikanan budidaya. hKalau nurutin perasaan, yaa… jauh lebih enak di sanah.
Setali tiga uang, Wayan Sudja, Ketua Asosiasi Budidaya Laut Indonesia, memberikan penilaian serupa. Ia menyebut perbedaan yang mencolok, misalnya hal biaya untuk Surat Ijin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI). hDi Malaysia tidak dipungut biaya sepeser pun untuk SIKPI,h kata Wayan pada satu kesempatan di Jakarta. Dan biaya-biaya lain terkait pengapalan jauh lebih kecil dibandingkan di Indonesia.
Paket Pinjaman
Upaya pemerintah Malaysia memajukan perikanan akuakultur merambah aspek permodalan. Pemerintah setempat menawarkan paket pinjaman gila-gilaan senilai RM 2 miliar. Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin kepada wartawan mengatakan, melalui paket tersebut, kerajaan akan menyediakan lahan untuk peternakan (termasuk perikanan) berikut infrastrukturnya, pinjaman keuangan serta membuka peluang pasar dalam dan luar negeri.
Infrastruktur yang dijanjikan meliputi jalan raya, sumber air dan pelayanan komunikasi. Pinjaman disediakan oleh Bank Pertanian bekerjasama dengan institusi keuangan yang lain.
Fakta ini diamini oleh Wing Keong Ng, dosen di Universiti Sains Malaysia. Pemerintah bahkan membebaskan pajak (free taxes) bagi swasta yang berkecimpung di perikanan dan memiliki teknologi serta inovasi terbaru. hInsentif antara lain bebas pajak 5 tahun pertama bagi swasta yang menjadi pionir dalam pengembangan usaha perikanan,h kata Ng.
Pemerintah juga mengucurkan bantuan modal lainnya melalui berbagai jenis pinjaman pertanian secara konvensional atau melalui perbankan Islam. Bank Pertanian Malaysia (BPM) misalnya, dengan skim pinjaman maksimum RM 20 ribu tanpa jaminan.
Ada berbagai skim pinjaman yang disediakan BPM (Bank Pertanian Malaysia) untuk proyek pertanian, termasuk peternakan dan perikanan. SUTK (Skim Usahawan Tani Komersial), bertujuan mengurangi pengangguran di kalangan lulusan sarjana dan pascasarjana serta demi mewujudkan lulusan sarjana dan pascasarjana tani komersial. Syaratnya, seluruh dana harus digunakan untuk pembiayaan proyek. Jumlah pinjaman maksimum RM 50 ribu dengan masa pembiayaan 6 tahun. Pembayaran dilakukan setelah proyek membuahkan hasil.
Sementara Skim Tabungan Makanan (Fund for Food/3F), ditujukan untuk usaha makanan, pemrosesan makanan dengan bahan baku utama produk lokal serta untuk pemasaran dan pengedaran produk pertanian. Batas pinjaman minimum RM 10 ribu untuk tiap proyek, masa peminjaman maksimum 8 tahun.
Selengkapnya baca Majalah TROBOS Edisi januari 2008










