Sur4m’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Menjajal Pembesaran Ikan Berkumis

Jika Anda santai-santai berkeliling kota, coba perhatikan kiri kanan jalan. Banyak jajanan ditawarkan mulai dari bentuk jajanan kaki lima hingga restoran. Salah satu menu yang gampang ditemui di sepanjang jalan hampir di setiap kota adalah lele. Sebut saja pecel lele, lele goreng dan lainnya. Bagi yang tengah mencari ide bisnis, pernah terpikir untuk berbisnis yang berhubungan dengan ikan berkumis ini?

Sering sekali hal kecil tidak terpikirkan oleh Kita. Pada contoh di atas, bisa diketahui betapa banyak kebutuhan lele konsumsi setiap hari yang diserap oleh tempat-tempat jajanan tersebut. Belum lagi ibu-ibu rumah tangga yang suka membeli lele dalam kondisi segar di pasar-pasar tradisional hingga supermarket. Ya, biasanya para ibu menyukai lele disamping karena rasanya yang enak, bisa didapatkan dalam bentuk yang fresh atau masih hidup ketika dibeli.

Di Indonesia ada 6 jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:

1) Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).

2) Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih (Padang).

3) Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan), wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).

4) Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).

5) Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan penang (Kalimantan Timur).

6) Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo, King cat fish, berasal dari Afrika

Potensi permintaan lele yang besar menyaratkan komoditas ini memiliki peluang baik untuk dikembangkan. Hal tersebut juga didukung oleh manfaat yang bisa didapat dari lele. Selain dijadikan sebagai bahan makanan, ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan pajangan atau ikan hias.Selain itu ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas hama padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan alami ikan lele. Disamping juga ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati penyakit seperti asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung berdarah, kencing darah.

Pebisnis di bidang ini bisa memilih diantara usaha pembibitan dan pembesaran. Usaha pembesaran memang butuh modal lebih besar bila dibandingkan dengan pembibitan. Namun, untung yang bisa dicapai juga lebih menjanjikan.

Jika dibandingkan ikan konsumsi jenis lainnya, lele tergolong menghasilkan lebih cepat. Lele bisa dipanen sekitar 40-50 hari, sementara ikan lain seperti gurame baru bisa menghasilkan sekitar 8 bulan.

Perkiraan perhitungan bisnis setidaknya begini. Satu kolam lele seluas 400 meter persegi bila ditanami 10.000 ekor benih ukuran 9 cm -12 cm dan dipelihara selama 40-50 hari maka perkiraan panen mencapai satu ton lele dengan nilai Rp7,6 juta dengan asumsi harga tingkat peternak Rp7.600 per kilogram. Nilai keuntungan bersih dengan luasan tersebut mencapai sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta

Harga di tingkat petani bervariasi antara Rp7.500 hingga Rp9.000 tergantung juga kepada kondisi dan besar lele. Sementara di tingkat pengecer bisa mencapai harga sekitar Rp13 ribu per kilogram.

Pebisnis di bidang ini bisa memilih diantara usaha pembibitan dan pembesaran. Usaha pembesaran memang membutuhkan modal lebih besar bila dibandingkan dengan pembibitan. Namun, untung yang bisa dicapai dari bidang ini juga lebih menjanjikan.

Selain pasar dalam negeri yang terbuka lebar, saat ini peluang ekspor lele berbentuk fillet mulai terbuka untuk pasar Amerika dan Eropa. Lele diekspor dalam bentuk fillet atau daging sayat sehingga daging yang dipakai hanya sekitar 35 persen dari total daging. Hanya saja khusus untuk tujuan ekspor, pebisnis harus menghasilkan lele berukuran besar. Pasar ekspor menyerap lele ukuran 800 gram ke atas per ekor

Untuk menangguk sukses di bidang ini, pebisnis harus mengetahui teknik pemeliharan dan pembesaran lele yang dapat mengisi pangsa pasar. Selain mempengaruhi rasa daging lele, pengetahuan tentang teknik tersebut dapat menciptakan efesiensi dan efektif produksi suatu kolam akan memberikan keuntungan bagi peternak.

Juli 8, 2008 Ditulis oleh sur4m | BISNIS | | No Comments Yet

Jamur Agaricus Murril

PENGENALAN

Agaricus blazei Murril (ABM) adalah jamur yang masih keluarga dekat dengan jamur Shitake (Lentinus edodes) yakni sama dalam satu Family Agaricaceae dengan klasifikasidan sistematika sebagai berikut :

Devisi : Thallophyta
Sub Devisi : Eumycetes (jamur sejati)
Kelas : Basidiomycetes
Sub Kelas : Holobasidiomycetes
Ordo : Agaricales
Familia : Agaricaceae
Genus : Agaricus
Species : Agaricus blazei Murril

Agaricus blazei Murril (ABM) berasal dari sebuah kota yang bernama Piedade, Saupaulo, Brazil. Dimana disebut dengan nama Cogumello Do Sol atau Cogumello de deus, juga disebut dengan Himematsutake di jepang. Dengan kondisi iklim suhu 35° C pada siang hari dan 20-25°C pada malam hari dengan kelembaban 80%. Jamur ABM sangat terpengaruh oleh kondisi iklim lingkungan yang ekstrim . Jamur ABM hanya tumbuh secara alami pada bulan Oktober dan April dan sangat sulit untuk tumbuh secara alami sehingga sangat sulit ditemukan dialam. Secara normal ukuran jamur ABM kira-kira tinggi 10-15 cm dengan lebar tudung 7-10 cm. Jamur ABM menghendaki suhu yang lebih rendah dengan sinar matahari tidak langsung yang sangat sedikit.

Perbandingan Berat dan volume sangat penting dimana dalam setiap 12 Kg jamur ABM segar hanya mampu menghasilkan 1 Kg jamur ABM kering, dan ini bisa menjadi lebih sedikit setelah diadakan sortasi atau seleksi produk.

Jamur ABM dapat tumbuh pada kondisi yang hanya benar-benar tepat, sehingga menyebabkan produksi sangat tidak stabil sehingga hanya mampu untuk memenuhi konsumsi di wilayah local Piedad saja. Meskipun import ke Jepang sangat sulit, namun setelah beberapa tahun kemudian Jepang berusaha untuk memproduksi secara besar dalam kondisi yang terkontrol dalam ruang dan ini membuktikan sangat sulit dan tidak bisa menjamin produksi yang stabil. Walaupun kemudian pada tahun 1992 teknik Kyowa telah mencapai sukses pertama kali didunia untuk memproduksi secara besar-besaran dengan perusahaan yang ahli bioteknologi, sehingga mampu menyediakan suplai ABM untuk memenuhi kebutuhan makanan kesehatan.

Sekarang jamur ABM sudah dibudidayakan di Jepang, Brazil, Korea dan USA, juga di Indonesia yaitu di CV Agaricus Sido Makmur Sentosa yang ada di Malang. Jamur ABM yang kami (CV Agaricus Sido Makmur Sentosa ) produksi dibudidayakan secara benar-benar alami atau natural dan tanpa menggunakan bahan kimia atau aditiv sama sekali. 30 tahun lalu seorang Peneliti dari Amerika Serikat telah mencatat bahwa keberadaan penyakit didaerah Piedade sangat rendah, dan ditemukan karena adanya kebiasaan makan jamur ABM didaerah tersebut.

Kemudian seiring waktu jamur ini diperkenalkan ke Jepang. Dr Shoji Shibata, seorang Professor ahli dibidang farmasi dari Universitas Tokyo Fakultas Farmasi dan Dr Tetuo Ikegawa dari Pusat Kanker Nasional, melakukan penelitian pengaruh farmasi dari Jamur Agaricus. Hasil penelitian kemudian dipublikasikan pada Konvensi Umum Asosiasi Farmasi Jepang dan Asosiasi Kanker Jepang. Eksperimen dilakukan pada tikus mencit yang beragam dan menunjukkan bahwa polisakarid beta (β) D Glucan pada ABM sangat berpengaruh untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.

Dua macam senyawa polisakarid yang ada dalam jamur ABM ini adalah beta (β) 1,3 D Glucan dan beta (β) 1,6 D Glucan. Menurut hasil test yang dilakukan di Medical Departement of Tokyo University, National Cancer Center Laboratory and Tokyo College of pharmacy, kandungan senyawa tersebut pada ABM tertinggi dibandingkan kandungan pada jamur lain seperti Reishi, Maitake dan Shitake. Selain kedua senyawa polisakarid diatas jamur ABM juga mengadung senyawa lain seperti ergosterol, asam linoleat, asam palmitoreic yang sebaik dengan vitamin B6 dan B12.

Testimonials“Selama ini saya sering sekali mengalami atau menderita gatal-gatal pada kulit di seluruh tubuh. Saya sudah mencoba berbagai …”
Testimonials“Saya hampir putus asa untuk berobat dan menyembuh kan penyakit diabetes melitus atau gula darah yang saya derita sejak belasan tahun yang lalu. Berbagai …”
Testimonials“Rematik dan kesemutan pada tangan saya kalau malam hari benar-benar membuat saya tersiksa. Setiap malam saya sulit tidur karena menahan sakit linu dan …
Testimonials“Hidup saya menjadi semakin bahagia dan kembali lagi seperti semula setelah rasa pusing yang sering saya rasakan akibat darah tinggi yang saya derita …
Testimonials“Saya sekarang merasakan lebih bisa merasakan hidup, penyakit darah tinggi yang saya derita membuat saya benar-benar tidak dapat menikmati …
Testimonials“Saya terpaksa harus berhenti bekerja lebih awal, padahal kebutuhan dan tuntutan kebutuhan keluarga saya masih banyak. Hal ini disebabkan oleh …

Testimonials

Juni 23, 2008 Ditulis oleh sur4m | BISNIS | | No Comments Yet

Winners Never Cheat

Jika seseorang berkata bahwa bisnis tidak dapat dilakukan secara etis, berikan kepadanya buku karya Jon Huntsman. Siapa itu Jon Huntsman? Ia hanyalah seseorang yang mulai dari nol, dan membangun bisnis kelas dunia yang membuatnya masuk daftar Forbes sebagai orang terkaya di Amerika Serikat. Buku ini adalah tentang bagaimana Anda mendengarkan kompas moral Anda. Tentang bagaimana Anda mem-bentuk tim dengan nilai tertinggi… berbagi sukses… mengambil tanggung jawab… Anda tidak menghidupkan prinsip-prinsip ini hanya untuk “sukses”: Anda meng-hidupkannya karena prinsip-prinsip ini benar. Tetapi di masa banyak terjadi skandal bisnis, kehidupan Huntsman membuktikan bahwa kejujuran lebih dari sekadar benar: kejujuran merupakan hal terbesar yang membedakan Anda dari pesaing Anda.

Juni 23, 2008 Ditulis oleh sur4m | BISNIS | | No Comments Yet

Malaysia: Negeri Jiran Surga Usaha Perikanan

Fasilitasi peraturan yang mendukung, subsidi, infrastruktur jalan, pelabuhan, air, listrik dan komunikasi yang memadai, sampai permodalan

Malaysia, negeri yang mengaku sebagai the truly Asia kini tancap gas mengejar cita-cita menjadi macan asia. Pembangunan gencar dilakukan di sana-sini. Satu hal yang tak ketinggalan adalah pengembangan perikanan.
Untuk sektor perikanan, potensi negeri jiran ini sejatinya masih kalah jauh dibandingkan dengan Indonesia. Tetapi hal itu tak jadi soal bagi Malaysia yang masuk dalam daftar negara berpendapatan menengah ke atas „Ÿnegara dengan pendapatan nasional berkisar antara US$2976-US$9205„Ÿ berdasarkan survei International Development Association. Pendapatan per kapita Malaysia saat ini mencapai US$ 6.244. Bandingkan pendapatan per kapita Indonesia yang hanya mencapai US$ 800.
Selain itu, dengan tingkat konsumsi ikan Malaysia yang mencapai 55 kg per kapita per tahun (Indonesia hanya 25 kg per kapita per tahun) tampaknya kian mendorong Malaysia untuk memajukan industri perikanannya secara besar-besaran. Diperkirakan, tingkat konsumsi ikan Malaysia akan terus meningkat. Pun dalam hal permintaan akan perikanan yang grafiknya cenderung naik. Sebagai contoh, kebutuhan perikanan Malaysia pada 2005 masih sekitar 400 ribu ton. Kebutuhan tersebut melonjak menjadi 662 ribu ton pada 2006.
Pada 2004 kontribusi produksi perikanan Malaysia baru sekitar 1,54 juta ton senilai RM 5,5 miliar (US$ 1 = RM 3,8) dengan sumbangan terbesar dari sektor perikanan tangkap (87% dari total produksi perikanan). Sementara kontribusi dari perikanan budidaya cuma 13% atau 202,22 ribu ton senilai RM 1,2 miliar. Sedangkan tingkat pertumbuhan akuakultur di Malaysia dari 1993 sampai 2004 hanya sekitar 10%. Kendatipun demikian, pemerintah sangat berambisi menggenjot pertumbuhan akuakulturnya. Tak heran jika dalam NAP3 (Third National Agriculture Policy/ Kebijakan Pertanian Nasional Ketiga), pemerintah mentargetkan pertumbuhan akuakultur mencapai 40%.

Iklim Usaha Mendukung
Tekad besar Malaysia membangun perikanan sangat jelas terlihat dari kesungguhan pemerintahnya. Mereka secara agresif mengundang investor luar negeri untuk ikut mengembangkan perikanan di sana.
Malaysia adalah surga bagi pelaku usaha. Hal inilah yang tak jarang membuat mupeng pengusaha perikanan Indonesia. Ketua Umum HIPMI Jakarta Raya, Yukki N Hanafi beberapa waktu lalu kepada wartawan mengatakan, pemerintah Malaysia sangat mendukung pengusaha yang bergerak di budidaya perikanan yakni dengan memberikan kemudahan berbisnis melalui peraturan pemerintah yang mendukung.
Tak beda jauh, Ketua Masyarakat Perikanan Nusantara, Shidiq Moeslim memberi penilaian yang sama. Shidiq menyebutkan diantaranya melalui subsidi bahan bakar minyak (BBM). Di Malaysia harga 1 liter BBM solar hanya RM 1 (sekitar Rp 2.600). Sementara di Indonesia harga BBM 1 liter solar bisa mencapai Rp 8.000!
hTak aneh jika pengusaha kita ada yang hengkang ke Malaysia,h ujar Shidiq. Tak sekadar itu, kata Shidiq, pemerintah Malaysia juga memberikan berbagai kemudahan dan fasilitas lain. hTidak ada pungutan liar, bongkar muat kapal cepat, air pun tidak ada masalah,h tuturnya. Shidiq mengimbuhkan, infrastruktur seperti jalan yang mulus, saluran-saluran air serta listrik juga menjadi nilai lebih Malaysia untuk usaha perikanan budidaya. hKalau nurutin perasaan, yaa… jauh lebih enak di sanah.
Setali tiga uang, Wayan Sudja, Ketua Asosiasi Budidaya Laut Indonesia, memberikan penilaian serupa. Ia menyebut perbedaan yang mencolok, misalnya hal biaya untuk Surat Ijin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI). hDi Malaysia tidak dipungut biaya sepeser pun untuk SIKPI,h kata Wayan pada satu kesempatan di Jakarta. Dan biaya-biaya lain terkait pengapalan jauh lebih kecil dibandingkan di Indonesia.

Paket Pinjaman
Upaya pemerintah Malaysia memajukan perikanan akuakultur merambah aspek permodalan. Pemerintah setempat menawarkan paket pinjaman gila-gilaan senilai RM 2 miliar. Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin kepada wartawan mengatakan, melalui paket tersebut, kerajaan akan menyediakan lahan untuk peternakan (termasuk perikanan) berikut infrastrukturnya,  pinjaman keuangan serta membuka peluang pasar dalam dan luar negeri.
Infrastruktur yang dijanjikan meliputi jalan raya, sumber air dan pelayanan komunikasi. Pinjaman disediakan oleh Bank Pertanian bekerjasama dengan institusi keuangan yang lain.
Fakta ini diamini oleh Wing Keong Ng, dosen di Universiti Sains Malaysia. Pemerintah bahkan membebaskan pajak (free taxes) bagi swasta yang berkecimpung di perikanan dan memiliki teknologi serta inovasi terbaru. hInsentif antara lain bebas pajak 5 tahun pertama bagi swasta yang menjadi pionir dalam pengembangan usaha perikanan,h kata Ng.
Pemerintah juga mengucurkan bantuan modal lainnya melalui berbagai jenis pinjaman pertanian secara konvensional atau melalui perbankan Islam. Bank Pertanian Malaysia (BPM) misalnya, dengan skim pinjaman maksimum RM 20 ribu tanpa jaminan.
Ada berbagai skim pinjaman yang disediakan BPM (Bank Pertanian Malaysia) untuk proyek pertanian, termasuk peternakan dan perikanan. SUTK (Skim Usahawan Tani Komersial), bertujuan  mengurangi pengangguran di kalangan lulusan sarjana dan pascasarjana  serta demi mewujudkan lulusan sarjana dan pascasarjana tani komersial. Syaratnya, seluruh dana harus digunakan untuk pembiayaan proyek. Jumlah pinjaman maksimum RM 50 ribu dengan masa pembiayaan 6 tahun. Pembayaran dilakukan setelah proyek membuahkan hasil.
Sementara Skim Tabungan Makanan  (Fund for Food/3F), ditujukan untuk usaha makanan, pemrosesan makanan dengan bahan baku utama produk lokal serta untuk pemasaran dan pengedaran produk pertanian. Batas pinjaman minimum RM 10 ribu untuk tiap proyek, masa peminjaman maksimum 8 tahun.

Selengkapnya baca Majalah TROBOS Edisi januari 2008

Juni 23, 2008 Ditulis oleh sur4m | BISNIS | | No Comments Yet

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JAMUR TIRAM (Pleurotus spp.)

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JAMUR TIRAM (Pleurotus spp.)

Tujuan : Mengamati pertumbuhan dan perkembangan jamur tiram (Pleurotus spp.)

PENDAHULUAN

Pengamatan mengenai pertumbuhan jamur yang dapat dimakan, secara alami tumbuh pada hasil penguraian bahan organik. Budidaya jamur tiram (Pleurotus spp.) dan spesies kerabat dekat lainnya sangat dikembangkan di pasaran. Semua jenis saprofit khususnya yang tumbuh pada kayu dapat dengan mudah dibudidayakan, meskipun dalam beberapa hal jamur-jamur tersebut hampir sulit dipasarkan dalam jumlah besar karena sifatnya yang lunak sehingga mudah rusak. Jamur tiram yang banyak dijumpai di pasar swalayan adalah jamur tiram putih (P. ostreatus) tetapi adapula jenis lain yang sudah dibudidayakan seperti yang berwarna merah jambu (P. flabellatus) dan hitam (P. cystidiosus). Pleurotus spp. umumnya hidup pada kayu sebagai saprob meskipun satu jenis yaitu P. eryngii dapat hidup sebagai parasit.

Jamur tiram dapat ditumbuhkan pada media kompos serbuk gergaji kayu. Miselium dan tubuh buahnya tumbuh dan berkembang baik pada suhu 25-39 ?C. Agar bakal tubuh buah terbentuk biasanya dibutuhkan kejutan fisik seperti perubahan suhu, cahaya, tingkat CO2, kelembaban relatif udara dan aerasi. Suhu substrat yang tinggi dapat memicu pertumbuhan mikroflora termofilik. Mikroorganisme termofilik tumbuh pada kisaran suhu 30-55oC, ketika tumbuh mikroorganisme tersebut menghasilkan panas yang lebih pada substrat sehingga dapat mematikan miselium jamur yang dibudidayakan. Substrat sebaiknya memiliki konduktivitas panas yang rendah, oleh karena itu susunan tinggi kompos kurang dari 25 cm dan log jamur tidak lebih dari 25 kg. Selama pembentukan tubuh buah, beberapa jamur sensitif terhadap tingkat CO2 yang tinggi, sehingga tubuh buah yang terbentuk akan memiliki tangkai yang panjang dan tudung yang kecil. Kisaran konsentrasi CO2 yang baik untuk pertumbuhan galur tertentu dari P. ostreatus antara 550-700 ppm. Faktor cahaya sangat menentukan pembentukan tubuh buah. Beberapa jamur akan membentuk tubuh buah jika kekurangan cahaya. Untuk pembentukan tubuh buahnya Pleurotus spp. diperlukan 8 jam penyinaran cahaya, namun Pleurotus yang tumbuh tanpa cahaya akan membentuk struktur seperti koral dengan banyak tangkai yang bercabang.

Bakal tubuh buah atau primordia dari basidiomiset adalah gumpalan kecil yang terdiri dari kumpulan miselia yang akan berkembang menjadi tubuh buah. Diameter tubuh buah sekitar 1 mm. Primordia berkembang dan pada tubuh buah muda terlihat bagian-bagian tubuh buah seperti tudung dan tangkai yang terletak tidak di tengah tudung. Pada permukaan bawah tudung dari tubuh buah muda terdapat bilah-bilah (lamela). Lamela tubuh menurun dan melekat pada tangkai. Pada lamela terdapat sel-sel pembentuk spora (basidium), yang berisi basidiospora. Basidiospora biasanya dibentuk pada saat tubuh buah dewasa mengalami kematangan. Selama tepi tudung masih berlipat-lipat, tubuh buah dikatakan belum dewasa. Pada saat tepi tudung meregang penuh tubuh buah mencapai fase dewasa dan dapat dipanen. Tubuh buah yang matang biasanya rapuh dan spora-spora dapat dilepaskan.

Spora pada jamur berfungsi untuk alat reproduksi dan bertahan. Karakteristik spora sering digunakan untuk mempelajari sistematika dan klasifikasi jamur. Para ahli mikologi dapat menggunakan spora atau lebih tepatnya jejak spora yang dapat membantunya untuk mengidentifikasi ribuan spesies jamur yang memiliki tudung. Jejak spora adalah kumpulan spora dalam jumlah besar. Hal ini bisa diperoleh dengan meletakkan tudung dengan himenium menghadap ke bawah pada selembar kertas putih atau sepotong kaca. Setelah beberapa jam, terkadang tidak sampai esok harinya, lapisan spora akan terkumpul. Warna spora terbagi ke dalam 4 atau 5 tipe umum, yaitu: putih, merah muda, kuning tanah dan ungu kehitaman, namun kelompok terakhir dapat dibedakan lagi menjadi ungu dan hitam. Warna spora kadang-kadang dapat dilihat secara visual dengan melihat lamela pada jamur dewasa, tetapi kadang-kadang warna dari lamela menyembunyikan warna sporanya.

ALAT DAN BAHAN

Alat dan Bahan :

1. Bibit P. cystidiosus, P. flabellatus, dan P. ostreatus.

2. Media produksi steril, merupakan kompos dari campuran serbuk gergaji, bekatul, gips dan kapur.

3. Karton hitam dan putih

4. Kantong plastik

5. Gelas preparat dan gelas penutup

6. Air dan hairsprayer

CARA KERJA

1. Satu sendok makan bibit jamur ditanam pada media produksi dan disimpan ditempat yang gelap sampai seluruh permukaan media ditutupi oleh miselia.

2. Setelah fase kolonisasi substrat berakhir, sumbat dapat dibuka atau kantong plastik dilubangi. Media sebaiknya dipindahkan di tempat terang dan teduh. Perubahan kondisi dapat merangsang pembentukan primordia.

3. Agar perkembangan primordia tidak terganggu, kelembaban media harus dijaga dengan cara penyiraman.

4. Amati perkembangan primordianya dan jawablah pertanyaan dibawah ini.

- Setelah hari tanam, berapa hari yang dibutuhkan jamur untuk mengkolonisasi substrat dan untuk pembentukan primordia pertama? Apakah lamela sudah terlihat sejak awal perkembangan primordia?. Jika lamela terlihat, berarti tudung terbuka. Apakah tudungnya tertutup kemudian terbuka menjelang dewasa, tidak pernah tertutup ataukah selalu terbuka sejak awal?. Apakah ujung lamela dekat tangkai melekat pada tangkai?

- Uraikan ciri-ciri jamur yang dapat saudara kenali dengan mata telanjang dan gambarlah tubuh buah jamur dewasa serta lengkapi dengan keterangan. Berapa jumlah tubuh buah dewasa yang dapat dipanen? Berapa tubuh buah dewasa lengkap dikering udarakan dan setelah kering dimasukkan kedalam kantong plastik dan tuliskan nomor kelompok, hari praktikum dan nama asisten. Serahkan bersama-sama laporan pada asisten anda.

- Berapa lama substrat dapat dipelihara dengan baik? Buatlah jejak sporanya. Satu tubuh buah dewasa dipanen dan tudungnya dipisahkan dari tangkainya, sehingga tudung dapat diletakkan mendatar. Tudung diletakkan diatas karton, mengenai bagian hitam dan putih. Tudung dan kartonnya diletakkan didalam kantong plastik dan kapas lembab diletakkan di satu sudut karton untuk menjaga kelembaban. Setelah 24 jam tudung dan kapas dapat dibuang. Apakah dibawah tudung ditemukan alur-alur tumpukan spora? Alur-alur spora ini disebut jejak spora. Apakah warna massa spora pada jejak spora? Warna massa spora pada jejak spora merupakan salah satu informasi yang diperlukan untuk mengidentifikasi jamurnya. Semprotkan hairspray tipis-tipis diseluruh area jejak spora dan setelah kering masukkan kedalam kantong plastik. Dipermukaan luar kantong plastik tuliskan nomer kelompok, hari praktikum dan nama asisten. Serahkan kepada asisten beserta laporannya.

- Ambillah beberapa potongan tangkai, panjangnya kurang lebih 1 cm. Perhatikan apakah tangkai berongga dan apakah tangkainya berserat? Informasi ini juga sering dipakai dalam identifikasi.

 

Dengan citarasa yang lezat, mengandung gizi tinggi, dan bahkan beberapa diantaranya memiliki khasiat obat, jamur konsumsi menjadi salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai jual tinggi. Budi daya jamur konsumsi telah menciptakan sebuah pekerjaan baru di bidang pertanian di Indonesia. Selain itu, budi daya jamur konsumsi, terutama jamur kuping, tiram dan merang, memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan budi daya tanaman pertanian lain. Keuntungan itu antara lain mudahnya mendapatkan bibit, media tanam, lokasi budi daya, dan harga jualnya yang tinggi.

Buku ini memaparkan dengan ringkas dan padat, bagaimana cara membudidayakan jamur konsumsi, mulai dari pembibitan sampai dengan proses pemanenannya. Selain itu, dalam buku ini juga dijelaskan cara menanggulangi hama dan penyakit yang menyerang jamur dan dilengkapi dengan analisis usaha budi daya jamur konsumsi.

Maret 1, 2008 Ditulis oleh sur4m | BISNIS | | No Comments Yet

BISNIS IKAN LELE

Memilih usaha ternyata tidak harus dari sesuatu yang wah. Banyak peluang besar bisa Anda peroleh justru dari sesuatu yang nampak sepele. Semisal beternak ikan lele.Ikan berkumis ini memang masih dipandang sebelah mata oleh pebisnis. Padahal, rejeki yang ia janjikan cukup besar. Gerai supermerket besar hingga warung tenda di pinggir jalan butuh pasokan lele dalam jumlah banyak secara rutin.

Mungkin kita tak pernah menggubris warung tenda yang menjajakan menu pecel lele yang berderet di sepenjang jalan. Padahal, kontinuitas kebutuhan lele di warung tenda umumnya lebih pasti bila dibanding dengan kebutuhan lele di supermarket. Warung-warung seperti itu banyak tersebar di setiap kota.

Memulai bisnis lele tidah harus selalu diawali dengan hitungan yang jelimet serta bikin pusing. Anda bisa memualinya dengan sekedar bejlan-jalan santai, nongkrong sambil iseng mencicipi menu ikan lele. Dari kegiatan itu Anda bisa memetakan pasar ikan lele. Jumlah kebutuhan ikan lelepun bisa Anda peroleh secara pasti.

“Ya…. Kira-kira saya bisa habis lele 7 –8 kg setiap malam,” begitulah pengakuan Sarah pedagang pecel lele di bilangan Jakarta Barat. “Ikan saya beli dari pasar Kebayoran Lama. Tiap kilo harganya Rp 12.000. Jika dihitung-hitung, Sarah butuh lele yang tidak sedikit. Paling tidak ia harus mendapat pasokan 210 – 240 kg lele segar secara rutin.

Keterangan di atas bisa memberi gambaran kasar bagi Anda bahwa peluang berbisnis lele berprospek cerah. Pengalaman manis berbisnis lele juga dimiliki oleh Ivan, peternak lele di Parung. Usaha ini mulai ia tekuni sekitar dua tahun yang lalu.

Awalnya usaha itu ditekuni oleh kakaknya. Karena saudaranya harus bertugas keluar negeri lantas usaha kolam lele itu dihibahkan kepada Vian. Pemuda yang masih kuliah di salah satu Universitas Suwasta di Jakarta itu merasa masih perlu banyak belajar di bidang perlelean. Saat ini ia dibimbing oleh Sueb, orang kepercayaan kakaknya.

Berkat ikan bernama latin Clarias sp itu, Vian bisa menanggung biaya kulah secara mandiri. Saat ini Vian memiliki kolam sebanyak 15 petak. Tiap kolam berukuran luas 300m. Menurut Sueb, menjual ikan lele itu enak. Kita tidak perlu lagi repot-repot mencari keterangan pasar. Pembibitan memang lebih cepat untung. Tapi, kapasitas keuntungannya lebih kecil bila dibanding dengan pembesaran.

Usaha pembesaran memang butuh modal lebih besar bila dibandingkan dengan pembibitan. Namun, untung yang bisa diraup lebih menjanjikan. Masa panen ikan lele memang relatif lebih cepat bila dibandingkan dengan jenis ikan konsumsi yang lain. “Kalau gurami baru bisa dipanen sekitar 8 bulan. Sedangkan lele sudah bisa dipanen sekitar 50 hari,” terang Vian sambil memegangi serokan yang dipenuhi ikan lele siap panen.

Kondisi pasar ikan lele mamang cenderung lebih tidak stabil bila dibanding dengan kondisi pasar ikan jenis lain. “Kadang-kadang harganya naik sangat tinggi, Tapi kadang-kadang pula merosot,” ungkap Sueb. “Pokoknya jangan jual lele pada bulan-bulan yang tidak ada huruf “R”nya (Mei, Juni, Juli, dan Agustus),”sahut Vian memaparkan pengalamannya. Sebab. Pada kisaran bulan itu banyak petani lele yang mengobral lelenya dengan harga murah. Alasannya, mereka sangat butuh biaya untuk keperluan sekolah anak-anak mereka. Harga jual ikan lele akan mencapai puncak termahal pada bulan Januari. Sebab, pada waktu itu pasokan ikan lele cenderung berkurang. Hal itu disebabkan karena pada bulan itu pembibitan lele banyak yang gagal. Banyak telur yang gagal menetas lantaran pengaruh musim hujan. Menurut pengalaman Vian, air hujan bisa menurunkan derajan keasaman (pH) air kolam.

Jika Anda memiliki jumlah kolam lebih dari satu, Maka periode panen bisa dirancang bergantian. Berkat cara seperti ini, periode panen bisa menjadi lebih cepat dari 50 hari.
=Budidaya lele tidak direpotkan dengan masalah air. Daya tahan ikan lele sangat baik “Asal air selalu penuh dan cukup pangan, itu sudah beres,”jelas Sueb di dalam saung tempat menjaga kolam lele. Supaya bisa untung, ikan yang dipelihara minimal haru berjumlah 10.000 ekor. Jumlah ikan sebanyak itu butuh paka sebanyak 35 karung. Setok pakan sebanyak itu dipakai dalam satu kali periode usaha. Setiap karung berisi pakan seberat 30 kg. Harga pakan perkarung adalah Rp 160.000.

Masalah pakan bisa diatasi dengan oplosan pakan yang berasal dari jerohan ayam. Harganya Cuma Rp 1500/ kg. kwintal jerohan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan lele selama 1 – 1,5 hari. Satu kolam butuh 2 karung pelet setiap hari. Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari. Jadi, satu karung pelet digunakan untuk sekali pemberian pakan. Berkat menu tambahan, ukuran ikan bisa semakin besar. “Kalau biasanya ikan sekilo ada 7 ekor, setelah diberi pakan tambahan berat ikan sekilo cima 6 ekor. Keuntungan lain yaitu bisa lebih irit biaya Rp 510.000 setiap bulan.

Harga jual ikan lele di tingkat petani saat ini adalah Rp 11.000 / kg. Persentase kematian ikan lele biasanya mencapai 10%. Kondisi seperti itu umumnya terjadi sehabis ikan lele dilepas ke dalam kolam. Terutama ketika cuaca sedang panas. Setiap kolam bisa menghasilkan lele seberat 7 – 8 kuintal.

Kedalaman kolam lele minimal 1 m. Air yang terlalu dangkal menyebabkan ukuran lele menjadi terlalu pendek. Sebab ikan menjadi kurang gerak. Jumlah bibit yang ditaburkan 50.000 ekor dalam setiap kolam. Bibit lele itu masih seukuran rokok. Satu bulan setelah dilepas, iakan lantas disortasi. Ikan yang sudah sebesar batu baterai dipindah kolam yang lain. Tujuannya supaya ukuran ikan seragam. Sebab jika tidak disortir, ikan yang ukurannya lebih kecil akan dimangsa oleh lele yang berbada lebih gede. Biasanya setelah disortir ikan tinggal 12.000 ekor. Atau sekitar 3 kwintal.

Maret 1, 2008 Ditulis oleh sur4m | BISNIS | | & Komentar

Pemimpin Bisnis Bukan Artis

Pemimpin Bisnis Bukan Artis

Populis gak populis, bisnis harus jalan terus. Seorang pemimpin bisnis tak bisa mendasarkan kebijakan yang dibuatnya pada suka-gak-suka segenap pihak yang berhubungan dengan bisnisnya [baik internal maupun eksternal]. Jika atas dasar kepopuleran, dia hendak ‘menggembirakan’ semua pihak, maka sebaiknya dia jadi artis atau politikus. Pertimbangan utamanya harus pada jalan-gak-jalannya proses bisnis demi kemaslahatan bersama. Untuk ini, boleh jadi dia akan terpaksa menelan pil pahit; mengambil kebijakan yang berisiko memunculkan prasangka. Prasangka memang sedapat mungkin kita hindarkan, namun jika hal itu terpaksa harus dilakukan, maka memilih yang tak terlalu buruk dari pilihan-pilihan yang buruk harus diambil. Yang diinginkan tentu kebijakan yang menyenagkan semua pihak dan menguntungkan bisnis secera simultan. Tapi yang kita inginkan belum tentu yang harus kita hadapi.

Sering kita jumpai, seorang direktur yang begitu populer hingga majalah bisnis meliput kesuksesannya dan para analis bisnis memujinya, sekian tahun kemudian membuat perusahaannya tersungkur. Kegemarannya menyatakan diri sebagai penyebab kesuksesan bisnisnya, mengakibatkan bisnisnya rentan dengan ketergantungan pada personal bukan pada sistem yang kokoh.

Keadaan yang lebih parah terjadi pada para direktur ‘dadakan’ yang dinobatkan menjadi pimpinan perusahaan bukan merintisnya dari bawah atau memulai usahanya sendiri, tapi dari warisan atau penunjukkan. Para eksekutif hasil penjaringan dan penunjukkan dewan direksi ini terlampau sibuk dengan urusan citra dirinya sendiri. Bahkan ada yang tanpa malu merangkai aturan baru demi memakmurkan diri dan kroninya. Gaji dan tunjangan yang terlampau membebani kas perusahaan. Setelah semuanya terengkuh, dia tak perduli dengan nasib perusahaan. Jika pada akhirnya bangrut, maka dia akan berusaha menyalahkan pihak lain, bahkan pada kondisi ekonomi nasional, bencana alam, resesi dunia dan seterusnya. Dan terakhir, melarikan diri untuk menjadi kutu loncat mencari ‘daun yang masih hijau’.

Pemimpin sejati yang memulai atau merintis usaha dan karirnya dari bawah, perusahaan adalah hidupnya, dia tak akan rela melihat perusahaan yang dengan susah payah telah dibangunnya terpuruk. Segenap usaha akan dia lakukan, walau hal itu tidak populis.

Sekian Inspirasi Bisnis kita kali ini.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa


Februari 28, 2008 Ditulis oleh sur4m | BISNIS | | No Comments Yet

CARA PRAKTIS BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Ada teknologi yang cukup praktis untuk budidaya jamur tiram Pleurotus spp, yakni tahapan membuat media bibit induk (spawn) dan tahanan memproduksi jamur tiramnya. Pada tahanan membuat media bibit induk ada 10 langkah yang perlu dilakukan. Pertama, bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan baku ini adalah yang terbaik.

Langkah kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci. Langkah ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan pH 7.
Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/alumunium foil. Langkah kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C.
Langkah keenam, lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit). Langkah ketujuh, inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C.
Langkah kedelapan, botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata.
Langkah terakhir, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.
Tahap selanjutnya adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah. Pertama, siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan). Langkah kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.
Langkah ketiga, membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 % bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2% kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar air substrat 65%, pH 7.
Langkah keempat, distribusikan kedalam baglog polipropilen pada ahri itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak. Langkah kelima, sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di pasteurisasi. Langkah keenam, inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelahsuhu baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat.
Langkah ketujuh, inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28 derajat C tanpa cahaya. Langkah kedelapan, baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan.
Langkah kesembilan, baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15 hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90 %.
Langkah terakhir panen jamur tiram/kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan kebersihan kubung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu.
Faktor penting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini adalah masalah higienis, aplikasi bibit unggul, teknlogi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), teknologi produksi media tumbuh/substrat dan pemeliharaan serta cara panen jamur tiram.

Februari 28, 2008 Ditulis oleh sur4m | BISNIS | | No Comments Yet